Contoh surat izin tidak masuk sekolah karena sakit

Surat izin tidak masuk sekolah karena sakit ditulis orang tua atau wali kepada wali kelas untuk memberitahukan bahwa anaknya tidak dapat masuk sekolah. Isinya: tanggal surat, tujuan (wali kelas), identitas siswa dan kelas, tanggal atau lama tidak masuk, alasan sakit, permohonan izin, dan tanda tangan orang tua. Jika sakit lebih dari beberapa hari, sekolah biasanya meminta surat keterangan dokter.

Diperbarui:

Banyak sekolah kini menerima izin lewat pesan ke wali kelas atau aplikasi sekolah, tetapi surat tertulis tetap sering diminta untuk arsip absensi.

Tulis tanggal dengan jelas agar absensi tercatat sebagai sakit, bukan alpa.

Surat izin sakit ditulis dan ditandatangani oleh orang tua atau wali, lalu dititipkan lewat teman sekelas atau dikirim fotonya ke wali kelas pada hari itu juga. Kalimatnya cukup singkat dan sopan; diagnosis tidak wajib disebut.

Jika anak sakit lebih dari dua atau tiga hari, lampirkan surat keterangan dokter atau bidan. Surat itu juga membantu jika anak perlu mengikuti ulangan susulan.

Kapan surat ini dipakai

  • Anak demam, flu, batuk, atau sakit lain sehingga tidak bisa masuk sekolah.
  • Anak harus berobat atau kontrol ke dokter pada jam sekolah.
  • Sakit lebih dari satu hari, dengan tanggal mulai dan selesai.
  • Meminta ulangan atau tugas susulan karena tidak masuk saat sakit.
  • Anak sakit di pesantren atau sekolah berasrama dan perlu pulang.

Isi yang wajib ada

  • Tempat dan tanggal surat.
  • Tujuan: Bapak/Ibu wali kelas, nama kelas, dan nama sekolah.
  • Salam pembuka yang sopan.
  • Nama siswa, kelas, dan nomor induk jika ada.
  • Tanggal atau lama tidak masuk sekolah.
  • Alasan: sakit, boleh disertai keterangan singkat.
  • Permohonan izin dan ucapan terima kasih.
  • Tanda tangan dan nama orang tua atau wali.

Contoh siap salin

SURAT IZIN

[KOTA], [TANGGAL]

Kepada Yth. Bapak/Ibu Wali Kelas [KELAS], [NAMA SEKOLAH], di tempat

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini, orang tua/wali dari: Nama: [NAMA SISWA]; Kelas: [KELAS].

Memberitahukan bahwa anak kami tidak dapat mengikuti kegiatan belajar pada [hari ini, HARI, TANGGAL / tanggal X sampai Y] karena sakit [JENIS SAKIT, jika ingin].

Oleh karena itu, kami mohon Bapak/Ibu berkenan memberikan izin. Atas perhatian Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Orang tua/wali siswa,
_______________
[NAMA ORANG TUA]

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Tulis nama dan kelas siswa dengan benar.
  2. Sebutkan hari dan tanggal tidak masuk, atau rentang tanggalnya.
  3. Tulis alasan sakit secara singkat.
  4. Lampirkan surat dokter jika sakit lebih dari dua atau tiga hari.
  5. Tanda tangani sebagai orang tua atau wali.
  6. Titipkan ke teman atau kirim foto surat ke wali kelas pada hari yang sama.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Tidak menyebut tanggal.
  • Ditandatangani siswa sendiri.
  • Terlambat mengirim izin, sehingga tercatat alpa.
  • Tidak melampirkan surat dokter untuk sakit berhari-hari.
  • Menulis nama kelas atau wali kelas yang salah.
  • Menulis alasan sakit padahal anak tidak masuk karena keperluan lain — gunakan surat izin keperluan keluarga.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah harus ada surat dokter?

Untuk sakit satu atau dua hari biasanya cukup surat orang tua. Jika lebih lama, sekolah sering meminta surat keterangan dokter.

Bisa lewat WhatsApp?

Banyak wali kelas menerima izin lewat pesan, lalu meminta surat tertulis menyusul.

Apakah siswa boleh menulis sendiri?

Surat izin sebaiknya ditulis atau ditandatangani orang tua/wali.

Apakah surat izin sakit perlu meterai?

Tidak. Surat izin kepada wali kelas cukup ditandatangani orang tua atau wali.

Bagaimana jika sakitnya berhari-hari?

Tulis rentang tanggalnya, misalnya “tanggal 3 sampai 5 September”, dan lampirkan surat keterangan dokter. Jika lebih lama dari perkiraan, kirim pemberitahuan tambahan.

Apakah surat ditulis tangan atau diketik?

Keduanya boleh. Yang penting nama, kelas, tanggal, alasan, dan tanda tangan orang tua terbaca jelas.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.