Surat pengaduan menyampaikan keluhan kepada perusahaan, instansi, atau pengelola layanan agar ditindaklanjuti. Pengaduan yang efektif memuat identitas dan kontak pengadu, nomor pelanggan atau transaksi, kronologi singkat dengan tanggal, bukti, kerugian yang dialami, permintaan penyelesaian yang jelas, dan batas waktu tanggapan.
Diperbarui:
Ajukan dulu ke saluran pengaduan resmi pihak terkait dan simpan nomor tiket; lembaga penyelesaian sengketa biasanya meminta bukti bahwa pengaduan pertama sudah dilakukan.
Nada tegas tetapi sopan dan fakta yang terurut mempercepat tanggapan.
Kapan surat ini dipakai
Layanan tidak sesuai janji.
Tagihan tidak wajar.
Pelayanan publik yang buruk.
Gangguan dari tetangga atau lingkungan.
Isi yang wajib ada
Identitas dan kontak.
Nomor pelanggan/transaksi.
Kronologi.
Bukti.
Permintaan penyelesaian.
Batas waktu.
Contoh siap salin
SURAT PENGADUAN
[KOTA], [TANGGAL]
Perihal: Pengaduan [HAL]
Kepada Yth. [BAGIAN LAYANAN PELANGGAN/PIMPINAN] [NAMA PERUSAHAAN/INSTANSI]
Dengan hormat, saya [NAMA], [nomor pelanggan/transaksi NOMOR], alamat [ALAMAT], nomor HP [NOMOR], menyampaikan pengaduan sebagai berikut:
Kronologi: 1. Pada [TANGGAL], [KEJADIAN]; 2. Pada [TANGGAL], saya menghubungi [SALURAN] dengan nomor tiket [NOMOR], namun [TANGGAPAN].
Akibatnya saya mengalami [KERUGIAN]. Bukti terlampir: [DAFTAR].
Saya meminta [PENYELESAIAN: pengembalian dana / perbaikan / penggantian] dalam waktu [XX] hari kerja. Apabila tidak ada penyelesaian, saya akan meneruskan pengaduan ini kepada [LEMBAGA TERKAIT].
Tergantung sektornya: OJK untuk jasa keuangan, BPSK untuk sengketa konsumen, Ombudsman untuk pelayanan publik.
Perlu melampirkan bukti?
Ya, seperti struk, tangkapan layar, foto, dan nomor tiket.
Bolehkah lewat email?
Boleh; simpan email dan balasan sebagai bukti.
Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.