Contoh pesan pengunduran diri lewat WhatsApp dan email
Pesan pengunduran diri lewat WhatsApp atau email dipakai sebagai pemberitahuan awal kepada atasan, terutama jika bekerja jarak jauh. Pesan sebaiknya singkat, sopan, menyebut tanggal efektif, dan menyatakan bahwa surat resmi akan menyusul. Surat resmi tertulis yang diterima HRD tetap diperlukan sebagai bukti tanggal pengajuan.
Diperbarui:
Jangan resign hanya lewat chat grup. Kirim pesan pribadi ke atasan, lalu lanjutkan dengan surat resmi.
Simpan tangkapan layar atau email terkirim sebagai bukti tanggal pemberitahuan.
Kapan surat ini dipakai
Bekerja jarak jauh.
Atasan sedang di luar kota.
Pemberitahuan awal sebelum surat resmi.
Perusahaan yang menerima pengunduran diri via email.
Isi yang wajib ada
Salam dan pembuka sopan.
Pernyataan mengundurkan diri.
Tanggal efektif.
Rencana serah terima.
Surat resmi menyusul.
Contoh siap salin
PESAN PENGUNDURAN DIRI
Subjek email: Pengunduran Diri – [NAMA], [JABATAN]
Selamat [pagi/siang] Bapak/Ibu [NAMA ATASAN],
Mohon maaf mengganggu waktunya. Saya ingin menyampaikan bahwa saya berencana mengundurkan diri dari posisi [JABATAN], dengan hari kerja terakhir pada [TANGGAL, minimal 30 hari].
Saya akan menyiapkan serah terima pekerjaan dan menyerahkan surat pengunduran diri resmi kepada HRD [hari ini/besok].
Terima kasih atas bimbingan Bapak/Ibu selama ini. Jika berkenan, saya ingin membicarakannya secara langsung.
Bisa menjadi bukti pemberitahuan, tetapi kebanyakan perusahaan mensyaratkan surat pengunduran diri tertulis. Kirim keduanya.
Kapan sebaiknya mengirim pesan?
Pada jam kerja, dan sebaiknya setelah atau sebelum berbicara langsung dengan atasan.
Perlu menyebut alasan?
Tidak wajib. Alasan singkat dan sopan sudah cukup.
Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.