Contoh surat kuasa umum

Surat kuasa umum memberi wewenang kepada penerima kuasa untuk mengurus kepentingan pemberi kuasa secara umum, misalnya mengurus rumah, membayar tagihan, atau mengurus administrasi. Menurut KUHPerdata, kuasa dengan kata-kata umum hanya meliputi tindakan pengurusan; untuk menjual, menjaminkan, atau tindakan pemilikan lain diperlukan kuasa khusus dengan kata-kata yang tegas.

Diperbarui:

Karena luas, kuasa umum sebaiknya diberikan hanya kepada orang yang sangat dipercaya dan dengan jangka waktu.

Instansi seperti bank dan kantor pertanahan biasanya meminta kuasa khusus untuk urusan tertentu.

Kapan surat ini dipakai

  • Pemilik tinggal di luar kota atau luar negeri.
  • Orang tua lanjut usia menunjuk anak.
  • Mengurus administrasi rumah dan tagihan.
  • Pengurusan sementara selama sakit.

Isi yang wajib ada

  • Identitas pemberi dan penerima.
  • Lingkup pengurusan.
  • Jangka waktu.
  • Batasan tindakan.
  • Hak substitusi atau tidak.
  • Tanda tangan dan meterai.

Contoh siap salin

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: [NAMA]; NIK: [NIK]; Alamat: [ALAMAT]; selanjutnya disebut PEMBERI KUASA.

Dengan ini memberi kuasa kepada:

Nama: [NAMA]; NIK: [NIK]; Alamat: [ALAMAT]; hubungan: [HUBUNGAN]; selanjutnya disebut PENERIMA KUASA.

UNTUK

Untuk dan atas nama PEMBERI KUASA melakukan pengurusan atas kepentingan PEMBERI KUASA, meliputi: [mengurus dan memelihara rumah di ALAMAT; membayar tagihan listrik, air, dan pajak; menerima surat; mengurus administrasi di RT/RW dan kelurahan].

Kuasa ini tidak meliputi tindakan menjual, menyewakan lebih dari [XX] bulan, atau menjaminkan harta PEMBERI KUASA.

Kuasa ini berlaku sejak ditandatangani sampai [TANGGAL] [atau sampai dicabut secara tertulis], dan [tidak dapat] dilimpahkan kepada orang lain.

[KOTA], [TANGGAL]

PENERIMA KUASA, _______________ ([NAMA])
PEMBERI KUASA, [meterai Rp10.000] _______________ ([NAMA])

Dasar hukum: KUHPerdata Pasal 1792–1796

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Tulis lingkup pengurusan satu per satu.
  2. Tulis tindakan yang tidak termasuk.
  3. Beri jangka waktu.
  4. Tentukan hak substitusi.
  5. Tandatangani di atas meterai.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Mengira kuasa umum bisa untuk menjual tanah.
  • Tanpa jangka waktu.
  • Tidak menulis batasan.
  • Memberi kuasa kepada orang yang kurang dipercaya.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya kuasa umum dan kuasa khusus?

Kuasa umum untuk tindakan pengurusan; kuasa khusus untuk satu atau beberapa urusan tertentu dan wajib untuk tindakan pemilikan seperti menjual.

Bagaimana mencabut kuasa?

Dengan pemberitahuan tertulis kepada penerima kuasa dan pihak yang berhubungan dengannya.

Perlu notaris?

Tidak untuk pengurusan biasa, tetapi beberapa urusan mensyaratkan kuasa notariil.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.