Contoh surat kuasa pengambilan uang di bank

Surat kuasa pengambilan uang di bank memberi wewenang kepada orang lain untuk menarik dana atau mengurus transaksi tertentu dari rekening pemberi kuasa. Harus menyebut nama bank dan cabang, nomor rekening, jumlah atau jenis transaksi, identitas kedua pihak, dan ditandatangani di atas meterai dengan tanda tangan yang sama dengan spesimen di bank. Banyak bank memiliki formulir kuasa sendiri dan dapat meminta konfirmasi langsung kepada nasabah.

Diperbarui:

Hubungi bank lebih dulu. Untuk alasan keamanan, sebagian bank hanya melayani penarikan oleh pemilik rekening atau dengan prosedur khusus.

Untuk pencairan dana pensiun atau bantuan, ikuti formulir dan ketentuan dari lembaga penyalur.

Kapan surat ini dipakai

  • Pemilik rekening sakit atau lanjut usia.
  • Pemilik berada di luar kota.
  • Mengurus penutupan rekening.
  • Mengambil buku tabungan atau kartu baru.

Isi yang wajib ada

  • Identitas pemberi dan penerima kuasa.
  • Nama bank, cabang, dan nomor rekening.
  • Jumlah atau jenis transaksi.
  • Masa berlaku kuasa.
  • Tanda tangan sesuai spesimen dan meterai.

Contoh siap salin

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: [NAMA NASABAH], NIK: [NIK], alamat: [ALAMAT], pemilik rekening [BANK] nomor [NOMOR REKENING], selaku PEMBERI KUASA.

Memberi kuasa kepada:

Nama: [NAMA PENERIMA], NIK: [NIK], alamat: [ALAMAT], hubungan: [HUBUNGAN], selaku PENERIMA KUASA.

Untuk [menarik dana sebesar Rp JUMLAH (TERBILANG rupiah) / mengambil buku tabungan baru / mengurus penutupan rekening] dari rekening tersebut di [BANK] cabang [CABANG].

PENERIMA KUASA berhak menandatangani slip dan dokumen yang diperlukan untuk transaksi tersebut. Kuasa ini hanya berlaku untuk transaksi di atas dan sampai tanggal [TANGGAL].

[KOTA], [TANGGAL]

Penerima Kuasa, _______________ ([NAMA])
Pemberi Kuasa, meterai Rp10.000 _______________ ([NAMA])

Dasar hukum: KUHPerdata Pasal 1792 dan seterusnya.

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Tanyakan prosedur dan formulir bank.
  2. Tulis nomor rekening dan jumlah dengan tepat.
  3. Tanda tangan sama dengan spesimen di bank.
  4. Bawa buku tabungan, KTP asli penerima, dan fotokopi KTP pemberi.
  5. Siapkan nasabah untuk dihubungi bank.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Tidak menanyakan prosedur bank lebih dulu.
  • Tanda tangan berbeda dengan spesimen.
  • Kuasa tanpa batas jumlah atau waktu.
  • Memberi kuasa kepada orang yang tidak dipercaya.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah semua bank menerima surat kuasa?

Tidak semua dan tidak untuk semua transaksi. Setiap bank memiliki kebijakan keamanan sendiri.

Apakah perlu buku tabungan?

Biasanya perlu untuk penarikan di teller. Tanyakan persyaratan lengkapnya.

Bagaimana jika nasabah meninggal dunia?

Kuasa berakhir dengan meninggalnya pemberi kuasa. Dana diambil ahli waris dengan dokumen waris sesuai syarat bank.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.