Surat kuasa adalah surat yang memberi wewenang kepada orang lain (penerima kuasa) untuk melakukan suatu urusan atas nama pemberi kuasa. Surat kuasa yang baik memuat identitas lengkap kedua pihak, urusan yang dikuasakan secara spesifik, batas wewenang, tempat dan tanggal, serta tanda tangan keduanya. Menurut KUHPerdata, kuasa yang dirumuskan secara umum hanya mencakup tindakan pengurusan; untuk menjual atau menjaminkan barang diperlukan kuasa dengan kata-kata tegas.
Diperbarui:
Semakin spesifik, semakin mudah diterima: tulis instansi, dokumen, dan keperluannya. Kuasa “untuk mengurus segala keperluan saya” sering ditolak.
Kebanyakan instansi meminta fotokopi KTP pemberi dan penerima kuasa, dan meterai pada tanda tangan pemberi kuasa.
KUHPerdata membedakan kuasa umum dan kuasa khusus. Kuasa umum hanya mencakup tindakan pengurusan; untuk memindahtangankan barang, menjaminkannya, atau melakukan perbuatan lain yang hanya boleh dilakukan pemilik, diperlukan kuasa dengan kata-kata yang tegas (Pasal 1796).
Untuk beberapa urusan tersedia format khusus: bank, Samsat, leasing, atau kantor pertanahan sering punya formulir kuasa sendiri. Tanyakan dulu agar tidak bolak-balik.
Kapan surat ini dipakai
Tidak bisa datang sendiri ke kantor, bank, atau instansi karena bekerja, sakit, atau berada di luar kota.
Mengambil dokumen atau barang atas nama orang lain, misalnya ijazah, BPKB, atau paket.
Mewakili dalam rapat, pengambilan keputusan, atau urusan administrasi.
Mengurus pembayaran, pencairan, atau pengajuan layanan atas nama orang lain.
Menunjuk advokat untuk perkara di pengadilan — gunakan surat kuasa khusus.
Isi yang wajib ada
Judul “Surat Kuasa” (atau “Surat Kuasa Khusus” untuk satu urusan tertentu).
Identitas pemberi kuasa: nama, NIK, alamat, dan pekerjaan.
Identitas penerima kuasa, termasuk hubungannya dengan pemberi kuasa.
Urusan yang dikuasakan secara spesifik: apa, di mana, dan dokumen apa.
Batas wewenang: tindakan apa saja yang boleh dilakukan penerima kuasa.
Masa berlaku, dan apakah kuasa boleh dilimpahkan kepada orang lain.
Tempat dan tanggal pembuatan surat.
Tanda tangan penerima dan pemberi kuasa, dengan meterai pada tanda tangan pemberi kuasa.
Untuk dan atas nama PEMBERI KUASA [URUSAN SPESIFIK: misalnya mengambil dokumen X di kantor Y / mengurus pembayaran Z].
Untuk keperluan tersebut, PENERIMA KUASA berhak menandatangani tanda terima dan dokumen yang diperlukan, serta melakukan tindakan lain yang berkaitan langsung dengan urusan di atas.
Surat kuasa ini berlaku sejak ditandatangani sampai [TANGGAL / urusan selesai], dan tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain.
Demikian surat kuasa ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Tidak untuk sahnya kuasa, tetapi banyak instansi mensyaratkan meterai karena surat dipakai sebagai bukti.
Apakah surat kuasa bisa ditulis tangan?
Bisa, selama isinya lengkap dan ditandatangani.
Kapan surat kuasa berakhir?
Saat urusannya selesai atau masa berlakunya habis. Menurut Pasal 1813 KUHPerdata, kuasa juga berakhir jika ditarik kembali oleh pemberi kuasa, dihentikan oleh penerima kuasa, atau salah satu pihak meninggal dunia, berada di bawah pengampuan, atau pailit.
Apa bedanya surat kuasa umum dan surat kuasa khusus?
Kuasa umum mencakup pengurusan kepentingan pemberi kuasa secara umum dan hanya meliputi tindakan pengurusan. Kuasa khusus diberikan untuk satu atau beberapa urusan tertentu dan wajib dipakai, misalnya, untuk mewakili di pengadilan atau menjual barang.
Bolehkah penerima kuasa melimpahkan kuasanya ke orang lain?
Sebaiknya hanya jika surat kuasa memberi hak substitusi. Penerima kuasa yang menunjuk pengganti tanpa hak itu tetap bertanggung jawab atas perbuatan penggantinya (Pasal 1803 KUHPerdata). Jika kuasa tidak boleh dilimpahkan, tulis tegas “tanpa hak substitusi”.
Apakah surat kuasa perlu dilegalisasi notaris?
Untuk urusan sehari-hari tidak. Beberapa urusan — terutama yang menyangkut tanah atau jual beli bernilai besar — biasanya meminta kuasa notariil. Tanyakan instansi atau PPAT terkait.
Apakah penerima kuasa harus keluarga?
Tidak. Siapa pun yang sudah dewasa dan cakap bisa menjadi penerima kuasa, tetapi beberapa instansi hanya menerima kuasa kepada keluarga untuk dokumen tertentu.
Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.