Surat teguran kepada penyewa dikirim pemilik ketika penyewa menunggak pembayaran atau melanggar aturan sewa (kebersihan, tamu, kerusakan). Isinya: dasar perjanjian sewa, rincian tunggakan atau pelanggaran, batas waktu penyelesaian, dan langkah berikutnya sesuai perjanjian, misalnya pengakhiran sewa.
Diperbarui:
Pemilik tidak boleh mengosongkan paksa, mengunci, atau mengambil barang penyewa tanpa dasar hukum; gunakan jalur musyawarah, somasi, dan bila perlu pengadilan.
Rincikan tunggakan per bulan agar tidak ada selisih.
Kapan surat ini dipakai
Sewa kos menunggak.
Kontrakan belum dibayar.
Pelanggaran aturan kos.
Kerusakan yang tidak diperbaiki.
Isi yang wajib ada
Dasar perjanjian.
Rincian tunggakan/pelanggaran.
Batas waktu.
Cara pembayaran.
Langkah berikutnya.
Tanda tangan pemilik.
Contoh siap salin
SURAT TEGURAN
[KOTA], [TANGGAL]
Kepada Yth. [NAMA PENYEWA], penyewa [KAMAR/RUMAH] di [ALAMAT]
Berdasarkan perjanjian sewa tanggal [TANGGAL], Saudara wajib membayar sewa sebesar Rp[JUMLAH] setiap tanggal [TANGGAL].
Hingga saat ini, sewa bulan [BULAN–BULAN] sebesar total Rp[JUMLAH] belum dibayarkan. [Atau: Saudara telah melanggar aturan URAIAN.]
Kami meminta Saudara melunasi tunggakan tersebut melalui [REKENING/TUNAI] paling lambat [TANGGAL]. Apabila tidak, kami akan [mengakhiri perjanjian sewa sesuai Pasal XX dan menempuh langkah hukum yang berlaku].
Pengosongan harus sesuai perjanjian dan hukum; jika penyewa tidak mau keluar, gunakan jalur musyawarah atau pengadilan.
Bagaimana dengan uang jaminan?
Dapat diperhitungkan dengan tunggakan jika perjanjian mengaturnya.
Perlu somasi?
Jika teguran tidak diindahkan, somasi tertulis dapat dikirim sebelum gugatan.
Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.