Contoh kuitansi pembayaran dan cara mengisinya

Kuitansi adalah tanda terima uang yang ditandatangani oleh penerima. Kuitansi yang lengkap memuat nomor, nama pembayar (sudah terima dari), jumlah uang dalam huruf (terbilang) dan angka, keperluan pembayaran, tempat dan tanggal, serta tanda tangan dan nama jelas penerima. Kuitansi dengan nilai lebih dari Rp5.000.000 dikenai bea meterai Rp10.000.

Diperbarui:

Tulis keperluan pembayaran dengan spesifik, misalnya “pelunasan sewa rumah Jl. Melati 5 periode Januari–Desember 2026”, bukan hanya “pembayaran”.

Terbilang ditulis diawali huruf kapital dan diakhiri kata “rupiah”, dan jumlah angka ditulis dengan Rp di depan tanpa spasi.

Kapan surat ini dipakai

  • Menerima pembayaran tunai.
  • Pembayaran sewa, DP, atau cicilan.
  • Pembayaran jasa oleh perorangan.
  • Bukti pengeluaran untuk laporan keuangan.

Isi yang wajib ada

  • Nomor kuitansi.
  • Sudah terima dari (nama pembayar).
  • Uang sejumlah (terbilang).
  • Untuk pembayaran (keperluan).
  • Jumlah dalam angka.
  • Tempat, tanggal, tanda tangan, dan nama jelas penerima.

Contoh siap salin

KUITANSI

No.: [NOMOR]

Sudah terima dari: [NAMA PEMBAYAR]

Uang sejumlah: [TERBILANG, misalnya Satu juta lima ratus ribu rupiah]

Untuk pembayaran: [KEPERLUAN RINCI, misalnya DP pembelian lemari jati 2 pintu sesuai nota nomor XX]

Terbilang: Rp[JUMLAH ANGKA, misalnya 1.500.000]

[KOTA], [TANGGAL]

Penerima,
[meterai Rp10.000 jika nilai lebih dari Rp5.000.000]
_______________ ([NAMA JELAS PENERIMA])

Dasar hukum: UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai (dokumen penerimaan uang lebih dari Rp5.000.000).

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Isi nomor urut kuitansi.
  2. Tulis nama pembayar sesuai identitas.
  3. Tulis terbilang dengan benar lalu angka.
  4. Tulis keperluan pembayaran secara rinci.
  5. Tanda tangani; bubuhkan meterai jika lebih dari Rp5.000.000.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Terbilang tidak sama dengan angka.
  • Keperluan hanya ditulis “pembayaran”.
  • Ditandatangani oleh orang yang bukan penerima uang.
  • Tidak ada meterai pada nilai di atas Rp5.000.000.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan kuitansi wajib pakai meterai?

Kuitansi yang menyatakan penerimaan uang lebih dari Rp5.000.000 dikenai bea meterai Rp10.000. Di bawah itu tidak wajib.

Siapa yang menandatangani kuitansi?

Penerima uang. Pembayar menyimpan kuitansi aslinya sebagai bukti.

Bisakah kuitansi dibuat digital?

Bisa, dengan tanda tangan elektronik dan meterai elektronik untuk nilai di atas Rp5.000.000.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.