Kuitansi sewa rumah atau kos adalah tanda terima pembayaran sewa dari penyewa kepada pemilik. Selain unsur kuitansi biasa, harus disebutkan alamat rumah atau nomor kamar, periode sewa yang dibayar (misalnya Januari–Desember 2026 atau bulan September 2026), dan apakah pembayaran termasuk uang jaminan. Untuk nilai di atas Rp5.000.000 dibubuhi meterai Rp10.000.
Diperbarui:
Periode sewa adalah informasi terpenting: tanpa periode, sulit membuktikan bulan mana yang sudah dibayar.
Pisahkan kuitansi uang jaminan dan uang sewa agar pengembalian jaminan jelas.
Kapan surat ini dipakai
Pembayaran kontrakan tahunan.
Pembayaran kos bulanan.
Pembayaran uang jaminan sewa.
Bukti sewa untuk kantor atau pengajuan kredit.
Isi yang wajib ada
Nama penyewa.
Alamat rumah atau nomor kamar.
Periode sewa.
Jumlah terbilang dan angka.
Tanggal dan tanda tangan pemilik.
Meterai jika lebih dari Rp5.000.000.
Contoh siap salin
KUITANSI
No.: [NOMOR]
Sudah terima dari: [NAMA PENYEWA]
Uang sejumlah: [TERBILANG] rupiah
Untuk pembayaran: Sewa [rumah di ALAMAT / kamar kos nomor X di ALAMAT] untuk periode [BULAN TAHUN] s.d. [BULAN TAHUN]. [Uang jaminan: tidak termasuk / termasuk Rp JUMLAH.]
Terbilang: Rp[JUMLAH]
[KOTA], [TANGGAL]
Pemilik/penerima,
_______________ ([NAMA PEMILIK])
Dasar hukum: UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.
Kuitansi adalah bukti pembayaran yang wajar diminta penyewa. Pembayaran transfer juga sebaiknya disertai kuitansi yang menyebut periode.
Kuitansi sewa untuk keperluan kantor harus bermeterai?
Jika nilainya lebih dari Rp5.000.000, ya.
Bisa satu kuitansi untuk setahun?
Bisa, jika pembayaran setahun dilakukan sekaligus.
Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.