Contoh surat serah terima kendaraan

Surat serah terima kendaraan mencatat penyerahan mobil atau motor beserta kelengkapannya, misalnya setelah jual beli, sewa, atau pemberian kendaraan dinas. Isinya: identitas pihak, data kendaraan (merek, tipe, tahun, warna, nomor polisi, nomor rangka, nomor mesin), kelengkapan (STNK, BPKB, kunci), kondisi dan kilometer, tanggal dan jam serah terima, serta peralihan tanggung jawab.

Diperbarui:

Jam serah terima penting: sejak saat itu tanggung jawab atas pelanggaran lalu lintas dan kerusakan beralih.

Foto kondisi kendaraan dari semua sisi sebagai lampiran.

Kapan surat ini dipakai

  • Setelah jual beli kendaraan.
  • Penyerahan mobil sewaan.
  • Kendaraan dinas untuk karyawan.
  • Pengembalian kendaraan pinjaman.

Isi yang wajib ada

  • Identitas pihak.
  • Data kendaraan lengkap.
  • Kelengkapan dokumen dan kunci.
  • Kondisi dan kilometer.
  • Tanggal dan jam.
  • Peralihan tanggung jawab.

Contoh siap salin

SURAT SERAH TERIMA KENDARAAN

Pada hari ini [HARI], tanggal [TANGGAL], pukul [JAM], yang bertanda tangan di bawah ini: [NAMA], NIK [NIK], alamat [ALAMAT] (PIHAK PERTAMA) dan [NAMA], NIK [NIK], alamat [ALAMAT] (PIHAK KEDUA).

PIHAK PERTAMA menyerahkan kepada PIHAK KEDUA satu unit kendaraan: merek/tipe [MEREK/TIPE], tahun [TAHUN], warna [WARNA], nomor polisi [NOPOL], nomor rangka [NOMOR], nomor mesin [NOMOR], kilometer [KM].

Kelengkapan yang diserahkan: STNK [asli/salinan], BPKB [asli/belum], kunci [JUMLAH] buah, [buku servis, ban serep, dongkrak].

Kondisi kendaraan: [KONDISI, termasuk cacat yang diketahui], sebagaimana foto terlampir.

Sejak tanggal dan jam tersebut di atas, segala tanggung jawab atas penggunaan kendaraan, termasuk pelanggaran lalu lintas dan kerusakan, beralih kepada PIHAK KEDUA [sesuai perjanjian jual beli/sewa tanggal TANGGAL].

[KOTA], [TANGGAL]

PIHAK PERTAMA, _______________ ([NAMA])
PIHAK KEDUA, _______________ ([NAMA])
Saksi, _______________ ([NAMA])

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Cocokkan nomor rangka dan mesin dengan STNK.
  2. Catat kilometer dan kondisi.
  3. Tulis jam serah terima.
  4. Lampirkan foto.
  5. Rujuk perjanjian yang mendasari.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Tanpa jam serah terima.
  • Nomor rangka tidak dicek.
  • Kelengkapan tidak dicatat.
  • Tanpa foto kondisi.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah surat ini sama dengan balik nama?

Tidak. Balik nama dilakukan di Samsat; surat ini hanya membuktikan penyerahan fisik.

Bagaimana dengan tilang elektronik setelah dijual?

Penjual sebaiknya melaporkan penjualan ke Samsat (blokir STNK) agar tilang dan pajak progresif tidak lagi atas namanya.

Perlu saksi?

Dianjurkan, terutama untuk jual beli antarperorangan.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.