Contoh surat perjanjian pemagangan

Perjanjian pemagangan mengatur program magang di perusahaan: tujuan dan program pelatihan, jangka waktu, pembimbing, jam magang, uang saku, perlindungan jaminan sosial, tata tertib, dan sertifikat di akhir. Magang adalah pelatihan, bukan hubungan kerja; peserta tidak boleh dijadikan pengganti karyawan untuk pekerjaan rutin.

Diperbarui:

Pemagangan di dalam negeri diatur dengan peraturan menteri ketenagakerjaan, termasuk kewajiban perjanjian tertulis, program pelatihan, dan hak peserta seperti uang saku dan perlindungan.

Magang wajib kampus (PKL/KKN) biasanya memakai format kerja sama kampus; tetap baik menuliskan hak dan kewajiban peserta.

Kapan surat ini dipakai

  • Perusahaan menerima peserta magang.
  • Program magang lulusan baru.
  • Magang mahasiswa di luar program wajib kampus.
  • Magang bersertifikat.

Isi yang wajib ada

  • Identitas perusahaan dan peserta.
  • Program dan tujuan pelatihan.
  • Jangka waktu dan jam magang.
  • Pembimbing.
  • Uang saku dan perlindungan.
  • Tata tertib dan sertifikat.

Contoh siap salin

PERJANJIAN PEMAGANGAN

PENYELENGGARA: [NAMA PERUSAHAAN], alamat [ALAMAT], diwakili [NAMA, JABATAN].

PESERTA: [NAMA], NIK [NIK], pendidikan terakhir [PENDIDIKAN], alamat [ALAMAT].

Pasal 1 – Program

PESERTA mengikuti program pemagangan bidang [BIDANG] sesuai kurikulum terlampir, dengan tujuan [KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN].

Pasal 2 – Jangka Waktu

Pemagangan berlangsung [XX] bulan, [TANGGAL] sampai [TANGGAL], pada [HARI], pukul [JAM]–[JAM].

Pasal 3 – Pembimbing

PESERTA dibimbing oleh [NAMA, JABATAN] yang memberi arahan, penilaian, dan umpan balik.

Pasal 4 – Hak Peserta

PESERTA berhak atas uang saku Rp[JUMLAH] per bulan [atau transport dan makan], perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan kematian, serta sertifikat bila menyelesaikan program.

Pasal 5 – Kewajiban Peserta

PESERTA menaati tata tertib, menjaga kerahasiaan perusahaan, dan mengikuti program sampai selesai.

Pasal 6 – Status

Pemagangan bukan hubungan kerja. Setelah program selesai, perusahaan dapat [menawarkan / tidak berkewajiban menawarkan] hubungan kerja.

Pasal 7 – Pengakhiran

Pemagangan dapat diakhiri lebih awal jika PESERTA melanggar tata tertib berat atau atas permintaan PESERTA dengan pemberitahuan [7] hari.

[KOTA], [TANGGAL]

PENYELENGGARA _______________ (cap perusahaan)
PESERTA _______________
Mengetahui (orang tua/kampus, jika perlu): _______________

Dasar hukum: UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (pelatihan kerja dan pemagangan) dan peraturan menteri ketenagakerjaan tentang pemagangan di dalam negeri.

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Susun kurikulum atau rencana kegiatan magang.
  2. Tunjuk pembimbing.
  3. Tentukan uang saku dan perlindungan.
  4. Tanda tangani sebelum magang dimulai.
  5. Beri sertifikat dan penilaian di akhir.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Peserta magang dijadikan pekerja penuh tanpa program.
  • Tidak ada perlindungan kecelakaan.
  • Magang diperpanjang terus tanpa kejelasan.
  • Tidak ada penilaian dan sertifikat.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah peserta magang digaji?

Peserta magang menerima uang saku, bukan upah. Besarannya disepakati dalam perjanjian.

Berapa lama magang boleh berlangsung?

Sesuai program dan aturan pemagangan yang berlaku; magang tidak boleh dipakai untuk menggantikan hubungan kerja.

Apakah magang mahasiswa butuh perjanjian ini?

Magang wajib kampus biasanya memakai surat kerja sama kampus, tetapi perjanjian ini membantu memperjelas hak peserta.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.