SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJA RUMAH TANGGA
Pada hari ini, [HARI], tanggal [TANGGAL], di [KOTA], yang bertanda tangan di bawah ini:
1. [NAMA PEMBERI KERJA], NIK [NIK], alamat [ALAMAT RUMAH TEMPAT KERJA], nomor HP [NOMOR], selanjutnya disebut PEMBERI KERJA;
2. [NAMA PEKERJA], NIK [NIK], lahir di [TEMPAT, TANGGAL LAHIR], alamat asal [ALAMAT], kontak keluarga [NAMA, NOMOR], selanjutnya disebut PEKERJA;
sepakat mengadakan perjanjian kerja pekerja rumah tangga dengan ketentuan sebagai berikut.
Pasal 1 – Pekerjaan dan tempat kerja
PEKERJA bekerja sebagai [asisten rumah tangga / pengasuh anak / pendamping lansia] di rumah PEMBERI KERJA pada alamat di atas, dengan lingkup pekerjaan: [memasak, mencuci dan menyetrika, membersihkan rumah, menjaga anak usia … tahun, …]. Pekerjaan di luar lingkup ini hanya dengan kesepakatan baru yang dibuat tertulis.
Pasal 2 – Jangka waktu
Perjanjian berlaku sejak [TANGGAL] sampai [TANGGAL] dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua pihak [atau: berlaku untuk waktu tidak tertentu].
Pasal 3 – Waktu kerja dan istirahat
PEKERJA [menginap / pulang pergi]. Jam kerja pukul [JAM] sampai [JAM] dengan waktu makan dan ibadah, serta istirahat malam yang tidak diganggu kecuali keadaan darurat. PEKERJA berhak libur [1] hari setiap minggu pada hari [HARI] dan cuti [12] hari kerja setiap tahun dengan upah tetap dibayar.
Pasal 4 – Upah dan THR
Upah Rp[JUMLAH] per bulan dibayar paling lambat tanggal [XX] setiap bulan [secara tunai dengan tanda terima / transfer ke rekening NOMOR]. PEKERJA berhak atas tunjangan hari raya berupa uang sebesar [satu bulan upah; proporsional bila masa kerja kurang dari 12 bulan], dibayar paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan PEKERJA.
Pasal 5 – Makan, tempat tinggal, dan jaminan sosial
PEMBERI KERJA menyediakan makanan sehat, [kamar yang layak dan aman bagi PEKERJA yang menginap], perlengkapan kerja, serta [mendaftarkan dan membayar iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan (JKK dan JKM) / menanggung biaya berobat PEKERJA].
Pasal 6 – Kewajiban para pihak
PEKERJA bekerja dengan cara yang benar dan aman, meminta izin bila berhalangan, serta menjaga barang, kerahasiaan, dan nama baik keluarga. PEMBERI KERJA menghormati privasi, barang pribadi, waktu istirahat, dan ibadah PEKERJA, tidak menahan KTP atau dokumen asli milik PEKERJA, dan melaporkan keberadaan PEKERJA kepada ketua RT/RW.
Pasal 7 – Berakhirnya perjanjian
Hubungan kerja berakhir karena habisnya jangka waktu, kesepakatan kedua pihak, salah satu pihak tidak melaksanakan perjanjian, PEKERJA mangkir 7 hari berturut-turut tanpa alasan, atau PEMBERI KERJA pindah dan PEKERJA tidak bersedia ikut. PEKERJA yang mengundurkan diri memberi tahu paling lambat 1 (satu) bulan sebelumnya. Upah sampai hari terakhir bekerja dibayar penuh pada hari itu.
Pasal 8 – Perselisihan
Perselisihan diselesaikan secara musyawarah paling lama 7 hari; bila tidak tercapai, kedua pihak meminta mediasi ketua RT/RW tempat PEKERJA bekerja sesuai undang-undang.
Perjanjian ini dibuat dalam bahasa Indonesia, rangkap 2 (dua) bermeterai cukup, masing-masing berkekuatan hukum sama, dan ditandatangani tanpa paksaan.
[KOTA], [TANGGAL]