Contoh berita acara serah terima jabatan

Berita acara serah terima jabatan (sertijab) mencatat penyerahan tanggung jawab dari pejabat lama kepada pejabat baru. Isinya: dasar pergantian (SK atau hasil musyawarah), jabatan yang diserahkan, daftar pekerjaan yang sedang berjalan, dokumen dan arsip, inventaris, posisi keuangan atau kas bila ada, serta tanda tangan kedua pejabat dan atasan yang mengetahui.

Diperbarui:

Lampirkan daftar inventaris dan laporan kas; sejak ditandatangani, tanggung jawab berpindah kepada pejabat baru.

Catat masalah yang belum selesai agar tidak menjadi beban tanpa penjelasan.

Kapan surat ini dipakai

  • Pergantian kepala sekolah atau pejabat.
  • Pergantian pengurus organisasi.
  • Rotasi jabatan di perusahaan.
  • Pergantian ketua RT atau bendahara.

Isi yang wajib ada

  • Dasar pergantian.
  • Jabatan.
  • Pekerjaan berjalan.
  • Dokumen dan inventaris.
  • Keuangan.
  • Tanda tangan dan mengetahui.

Contoh siap salin

BERITA ACARA SERAH TERIMA JABATAN

Nomor: [NOMOR]

Pada hari ini [HARI], tanggal [TANGGAL DALAM HURUF], berdasarkan [SK/HASIL MUSYAWARAH] Nomor [NOMOR] tanggal [TANGGAL], yang bertanda tangan di bawah ini:

1. [NAMA], [JABATAN LAMA], selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. [NAMA], [JABATAN BARU], selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA menyerahkan jabatan [NAMA JABATAN] beserta tugas dan tanggung jawabnya kepada PIHAK KEDUA, dan PIHAK KEDUA menerimanya.

Yang diserahkan

a. Daftar pekerjaan yang sedang berjalan (lampiran 1); b. Dokumen dan arsip (lampiran 2); c. Inventaris (lampiran 3); d. Laporan keuangan per [TANGGAL] dengan saldo kas Rp[JUMLAH] (lampiran 4).

Catatan

[HAL YANG BELUM SELESAI ATAU PERLU PERHATIAN].

Sejak berita acara ini ditandatangani, tugas dan tanggung jawab jabatan tersebut beralih kepada PIHAK KEDUA. Demikian berita acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK PERTAMA, _______________ ([NAMA])
PIHAK KEDUA, _______________ ([NAMA])
Mengetahui, [ATASAN/KETUA], _______________ ([NAMA])

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Siapkan lampiran inventaris dan keuangan.
  2. Periksa bersama sebelum tanda tangan.
  3. Catat pekerjaan yang belum selesai.
  4. Hadirkan atasan.
  5. Arsipkan salinan.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Tanpa lampiran inventaris.
  • Saldo kas tidak dicocokkan.
  • Masalah lama tidak dicatat.
  • Tanpa atasan yang mengetahui.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu sertijab?

Singkatan dari serah terima jabatan, sering disertai acara resmi.

Siapa yang mengetahui?

Atasan langsung, ketua organisasi, atau pejabat yang mengangkat.

Bagaimana jika pejabat lama berhalangan?

Dapat diwakili dengan surat kuasa atau dilakukan oleh atasan, sesuai aturan internal.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.