Contoh memo internal kantor

Memo internal adalah pesan tertulis singkat di dalam organisasi, dari atasan kepada staf atau antarbagian, untuk instruksi, pengingat, atau informasi. Formatnya sederhana: kepada, dari, tanggal, perihal, isi singkat, dan tindakan yang diminta, tanpa salam pembuka dan penutup yang panjang.

Diperbarui:

Memo cukup satu paragraf sampai setengah halaman; jika lebih panjang, pertimbangkan surat edaran.

Paraf atau tanda tangan pengirim tetap dibutuhkan agar memo resmi.

Kapan surat ini dipakai

  • Instruksi atasan.
  • Pengingat tenggat laporan.
  • Permintaan antarbagian.
  • Informasi perubahan prosedur.

Isi yang wajib ada

  • Kepada.
  • Dari.
  • Tanggal.
  • Perihal.
  • Isi singkat.
  • Tindakan dan tenggat.

Contoh siap salin

MEMO

Kepada: [NAMA/BAGIAN]

Dari: [NAMA/JABATAN]

Tanggal: [TANGGAL]

Perihal: [HAL]

[ISI SINGKAT: apa yang perlu diketahui atau dilakukan].

Mohon [TINDAKAN] paling lambat [TANGGAL]. Jika ada pertanyaan, hubungi [NAMA/EKSTENSI].

Paraf: _______________

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Tulis perihal yang jelas.
  2. Langsung ke inti pesan.
  3. Sebutkan tindakan dan tenggat.
  4. Bubuhkan paraf.
  5. Arsipkan salinan.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Memo terlalu panjang.
  • Tanpa tenggat.
  • Tanpa paraf pengirim.
  • Memuat informasi rahasia tanpa penanda.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya memo dan surat dinas?

Memo untuk internal dan lebih singkat; surat dinas untuk pihak luar atau urusan resmi dengan format lengkap.

Bolehkah memo lewat email?

Boleh, banyak kantor memakai email dengan format memo.

Perlu nomor?

Opsional; beberapa kantor memberi nomor untuk arsip.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.