Surat keterangan kerja untuk KPR diterbitkan perusahaan untuk bank dan memuat hal-hal yang dinilai dalam analisis kredit: status karyawan (tetap atau kontrak dan sampai kapan), tanggal mulai bekerja, jabatan, penghasilan per bulan (gaji pokok dan tunjangan tetap), serta kontak HRD untuk verifikasi. Bank biasanya juga meminta slip gaji dan mutasi rekening.
Diperbarui:
Status karyawan tetap dan masa kerja yang cukup sangat memengaruhi persetujuan KPR.
Hanya pejabat berwenang (HRD atau pimpinan) yang menandatangani, dengan kop dan cap perusahaan.
Kapan surat ini dipakai
Pengajuan KPR.
Kredit kendaraan.
Kredit tanpa agunan.
Pengajuan kartu kredit.
Isi yang wajib ada
Kop dan nomor.
Identitas karyawan.
Status dan masa kerja.
Jabatan.
Penghasilan.
Kontak verifikasi.
Contoh siap salin
SURAT KETERANGAN KERJA
[KOP PERUSAHAAN]
Nomor: [NOMOR]
Yang bertanda tangan di bawah ini, [NAMA], [JABATAN] [NAMA PERUSAHAAN], menerangkan bahwa:
Nama: [NAMA]; NIK: [NIK]; Nomor induk karyawan: [NOMOR]; Jabatan: [JABATAN]; Status: [karyawan tetap / kontrak sampai TANGGAL]; Mulai bekerja: [TANGGAL].
Yang bersangkutan menerima penghasilan tetap per bulan sebesar Rp[JUMLAH], terdiri atas gaji pokok Rp[JUMLAH] dan tunjangan tetap Rp[JUMLAH], dibayarkan melalui rekening [BANK].
Surat keterangan ini dibuat untuk keperluan pengajuan [KPR/kredit] di [NAMA BANK]. Verifikasi dapat dilakukan melalui [NAMA HRD], [TELEPON/EMAIL].
Tergantung kebijakan bank; biasanya dilihat masa kontrak dan riwayat perpanjangan.
Apa lagi yang diminta bank?
Umumnya slip gaji, mutasi rekening, KTP, KK, dan NPWP.
Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.