Contoh surat perjanjian hutang piutang

Surat perjanjian hutang piutang mencatat pinjaman uang antara pemberi pinjaman (kreditur) dan peminjam (debitur): jumlah yang dipinjam dan tanggal penyerahannya, jadwal dan cara pengembalian, bunga jika ada (menurut KUHPerdata bunga harus diperjanjikan secara tertulis), denda keterlambatan, dan penyelesaian jika pembayaran macet. Dengan tanda tangan kedua pihak dan saksi, surat ini menjadi bukti kuat di pengadilan.

Diperbarui:

Serahkan uang lewat transfer bank agar ada bukti selain surat. Pinjaman tunai tanpa kuitansi sulit dibuktikan jika peminjam menyangkal.

Utang yang tidak dibayar pada dasarnya urusan perdata (wanprestasi), bukan pidana. Tuntutan pidana hanya mungkin jika ada unsur penipuan atau penggelapan sejak awal.

Bunga boleh diperjanjikan antarperorangan, tetapi menurut Pasal 1767 KUHPerdata bunga yang diperjanjikan harus ditulis. Tanpa pasal bunga yang tertulis, pemberi pinjaman hanya bisa menagih pokok pinjaman.

Jika pembayaran macet, langkah yang lazim adalah teguran tertulis (somasi), musyawarah, lalu gugatan ke pengadilan negeri. Untuk nilai tagihan sampai Rp500 juta tersedia gugatan sederhana yang diputus lebih cepat.

Kapan surat ini dipakai

  • Meminjamkan uang ke teman, saudara, atau rekan kerja dengan jumlah yang berarti.
  • Pinjaman modal usaha antarperorangan dengan jadwal pengembalian.
  • Mencatat utang lama yang sebelumnya hanya disepakati lisan.
  • Pinjaman dengan cicilan bulanan, dengan atau tanpa bunga.
  • Pinjaman yang disertai jaminan — gunakan juga contoh perjanjian dengan jaminan.

Isi yang wajib ada

  • Identitas lengkap pemberi pinjaman (kreditur) dan peminjam (debitur) sesuai KTP.
  • Jumlah pinjaman dengan angka dan terbilang.
  • Tanggal dan cara penyerahan uang, sebaiknya lewat transfer yang bisa dilacak.
  • Jadwal dan cara pengembalian: sekaligus atau cicilan, tanggal jatuh tempo, dan rekening tujuan.
  • Bunga, jika ada, dalam persen yang tertulis jelas.
  • Denda keterlambatan yang wajar dan akibat jika beberapa cicilan tidak dibayar.
  • Hak pelunasan dipercepat dan keterikatan ahli waris.
  • Cara penyelesaian sengketa dan pengadilan yang dipilih.
  • Tanda tangan kedua pihak, meterai pada tanda tangan peminjam, dan dua saksi.

Contoh siap salin

SURAT PERJANJIAN HUTANG PIUTANG

Pada hari ini [HARI], tanggal [TANGGAL], yang bertanda tangan di bawah ini:

[NAMA PEMBERI PINJAMAN], NIK [NIK], alamat [ALAMAT], selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (pemberi pinjaman).

[NAMA PEMINJAM], NIK [NIK], alamat [ALAMAT], pekerjaan [PEKERJAAN], selanjutnya disebut PIHAK KEDUA (peminjam).

Pasal 1 – Jumlah Pinjaman

PIHAK KEDUA telah menerima pinjaman uang dari PIHAK PERTAMA sebesar Rp[JUMLAH] ([TERBILANG] rupiah) pada tanggal [TANGGAL] melalui [transfer ke rekening BANK NOMOR atas nama NAMA / tunai]. Surat ini sekaligus berlaku sebagai tanda terima uang.

Pasal 2 – Pengembalian

PIHAK KEDUA mengembalikan pinjaman [sekaligus paling lambat tanggal TANGGAL / dalam XX kali cicilan sebesar Rp JUMLAH setiap tanggal XX, mulai BULAN TAHUN].

Pasal 3 – Bunga

[Pinjaman ini tanpa bunga.] [Atas pinjaman ini dikenakan bunga sebesar XX% per bulan dari sisa pinjaman, yang dibayar bersama cicilan.]

Pasal 4 – Keterlambatan

Keterlambatan pembayaran cicilan dikenakan denda Rp[JUMLAH] per [hari/minggu]. Jika PIHAK KEDUA tidak membayar [3] cicilan berturut-turut, seluruh sisa pinjaman menjadi jatuh tempo dan wajib dibayar sekaligus.

Pasal 5 – Pelunasan Dipercepat

PIHAK KEDUA boleh melunasi lebih cepat tanpa denda.

Pasal 6 – Ahli Waris

Perjanjian ini mengikat ahli waris masing-masing pihak.

Pasal 7 – Penyelesaian

Perselisihan diselesaikan secara musyawarah. Jika tidak tercapai kesepakatan, PIHAK PERTAMA dapat menempuh penyelesaian melalui Pengadilan Negeri [KOTA], termasuk melalui gugatan sederhana.

Demikian perjanjian ini dibuat dengan sadar dan tanpa paksaan, rangkap dua bermeterai cukup.

[KOTA], [TANGGAL]

PIHAK PERTAMA _______________ ([NAMA])
PIHAK KEDUA _______________ ([NAMA]) — meterai Rp10.000
Saksi: 1. _______________ ([NAMA]) 2. _______________ ([NAMA])

Dasar hukum: KUHPerdata Pasal 1754 dan seterusnya (pinjam-meminjam), Pasal 1767 (bunga harus diperjanjikan tertulis).

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Cocokkan identitas kedua pihak dengan KTP.
  2. Transfer uang lewat bank dan simpan buktinya; jika tunai, jadikan surat ini sekaligus tanda terima.
  3. Tulis jumlah dengan angka dan terbilang.
  4. Susun jadwal cicilan yang realistis, lengkap dengan tanggal jatuh tempo.
  5. Jika ada bunga, tulis persentasenya dan dasar perhitungannya.
  6. Tanda tangani rangkap dua dengan meterai di tanda tangan peminjam dan dua saksi.
  7. Berikan kuitansi untuk setiap cicilan yang diterima.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Pinjaman tunai tanpa bukti penerimaan uang.
  • Bunga hanya disepakati lisan, sehingga tidak bisa ditagih.
  • Tidak ada tanggal jatuh tempo.
  • Tidak ada saksi.
  • Denda keterlambatan yang berlebihan dan bisa dianggap tidak wajar oleh hakim.
  • Mengancam atau mempermalukan peminjam saat menagih — cara menagih yang salah bisa berbalik menjadi masalah hukum bagi penagih.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah surat hutang piutang bisa dipidanakan?

Utang yang tidak dibayar umumnya perkara perdata. Pidana hanya mungkin jika sejak awal ada tipu muslihat atau penggelapan. UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 19 ayat (2) juga menegaskan bahwa tidak seorang pun boleh dipidana penjara karena tidak mampu memenuhi kewajiban dalam perjanjian utang piutang. Jalur yang tepat untuk menagih adalah gugatan perdata, misalnya gugatan sederhana.

Perlu meterai supaya sah?

Tidak. Meterai diperlukan agar surat bisa dipakai sebagai alat bukti di pengadilan; bisa juga dibubuhkan belakangan.

Bolehkah meminjamkan dengan bunga?

Boleh antarperorangan jika disepakati tertulis dan wajar. Menawarkan pinjaman kepada masyarakat umum sebagai usaha memerlukan izin.

Bagaimana jika peminjam tidak membayar?

Kirim teguran tertulis (somasi) dengan batas waktu. Jika tetap tidak dibayar, ajukan gugatan ke pengadilan negeri; untuk tagihan sampai Rp500 juta bisa memakai gugatan sederhana. Simpan perjanjian, bukti transfer, dan kuitansi cicilan sebagai bukti.

Apakah surat perjanjian hutang piutang harus di notaris?

Tidak wajib. Surat di bawah tangan yang ditandatangani kedua pihak dan saksi sudah sah. Akta notaris memberi kekuatan pembuktian lebih kuat untuk pinjaman bernilai besar.

Apa bedanya perjanjian hutang piutang dan surat pengakuan hutang?

Perjanjian hutang piutang disepakati dan ditandatangani kedua pihak. Surat pengakuan hutang dibuat sepihak oleh peminjam yang mengakui utangnya, sering untuk utang yang sebelumnya tidak tertulis.

Kalau peminjam meninggal, bagaimana utangnya?

Utang menjadi beban harta peninggalan dan diselesaikan oleh ahli waris. Pasal yang menyatakan perjanjian mengikat ahli waris membantu memperjelas hal ini.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.