Contoh surat perjanjian pinjam meminjam uang tanpa bunga

Perjanjian pinjam meminjam uang tanpa bunga cocok untuk pinjaman kekeluargaan atau antar teman. Meski sederhana, tetap harus ada jumlah pinjaman, tanggal penyerahan, tanggal atau jadwal pengembalian, dan tanda tangan kedua pihak. Surat ini menjaga hubungan tetap baik karena semua orang tahu apa yang disepakati.

Diperbarui:

Banyak hubungan keluarga rusak karena pinjaman yang tidak ditulis. Surat sederhana ini justru mencegah salah paham.

Pinjaman dari orang tua ke anak yang tidak diharapkan kembali sebaiknya ditulis sebagai hibah, bukan pinjaman.

Kapan surat ini dipakai

  • Pinjaman antara saudara.
  • Pinjaman ke teman dekat.
  • Pinjaman darurat untuk biaya sekolah atau rumah sakit.
  • Pinjaman kecil antarrekan kerja.

Isi yang wajib ada

  • Identitas pemberi dan peminjam.
  • Jumlah pinjaman.
  • Tanggal penyerahan dan pengembalian.
  • Pernyataan tanpa bunga.
  • Tanda tangan dan saksi.

Contoh siap salin

SURAT PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM UANG

Yang bertanda tangan di bawah ini:

1. [NAMA PEMBERI PINJAMAN], NIK [NIK], alamat [ALAMAT], selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. [NAMA PEMINJAM], NIK [NIK], alamat [ALAMAT], selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

1. PIHAK PERTAMA meminjamkan uang kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp[JUMLAH] ([TERBILANG] rupiah), yang diterima PIHAK KEDUA pada tanggal [TANGGAL].

2. Pinjaman ini tanpa bunga.

3. PIHAK KEDUA mengembalikan pinjaman [paling lambat tanggal TANGGAL / dengan cicilan Rp JUMLAH setiap bulan mulai TANGGAL].

4. Jika PIHAK KEDUA berhalangan membayar tepat waktu, PIHAK KEDUA wajib memberi tahu PIHAK PERTAMA dan kedua pihak akan membicarakan jadwal baru secara kekeluargaan.

[KOTA], [TANGGAL]

PIHAK PERTAMA _______________
PIHAK KEDUA _______________ — meterai Rp10.000
Saksi: _______________

Dasar hukum: KUHPerdata Pasal 1754 dan seterusnya.

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Tulis jumlah dan tanggal secara jelas.
  2. Nyatakan bahwa pinjaman tanpa bunga.
  3. Transfer uang agar tercatat.
  4. Minta satu saksi dari keluarga.
  5. Beri tanda terima untuk setiap pengembalian.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Tidak menulis tanggal kembali.
  • Hanya kesepakatan lisan.
  • Tidak ada tanda terima cicilan.
  • Mencampur pinjaman dengan pemberian.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah pinjaman keluarga perlu surat?

Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk jumlah yang berarti, agar tidak ada salah paham.

Perlu meterai?

Tidak untuk sahnya. Meterai membuat surat siap dipakai sebagai alat bukti bila diperlukan.

Kalau peminjam meninggal?

Utang menjadi kewajiban yang ditanggung dari harta peninggalan dan ahli warisnya.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.