Surat undangan pengajian atau syukuran dipakai keluarga, majelis taklim, atau pengurus masjid untuk mengundang warga ke acara keagamaan atau syukuran. Isinya: salam pembuka, maksud acara, hari, tanggal, waktu (sering setelah salat tertentu), tempat, harapan kehadiran, dan salam penutup, ditandatangani tuan rumah atau pengurus.
Diperbarui:
Bahasa undangan disesuaikan dengan kebiasaan setempat; salam dan doa pembuka lazim digunakan.
Cetak secukupnya atau kirim lewat grup warga dalam bentuk gambar atau PDF.
Kapan surat ini dipakai
Tahlilan atau doa bersama.
Syukuran rumah baru atau kelahiran.
Pengajian rutin.
Peringatan hari besar keagamaan.
Isi yang wajib ada
Salam pembuka.
Maksud acara.
Hari, tanggal, waktu.
Tempat.
Harapan kehadiran.
Tuan rumah/pengurus.
Contoh siap salin
UNDANGAN
Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara [NAMA], di tempat
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan memohon rahmat dan rida Allah SWT, kami mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada acara [pengajian / tahlilan / syukuran NAMA ACARA] yang insyaallah akan dilaksanakan pada:
Gunakan salam dan bahasa yang umum dan menghormati semua undangan.
Perlu kop?
Tidak untuk acara keluarga. Majelis atau masjid dapat memakai kop organisasi.
Bisa berupa undangan digital?
Bisa, dalam bentuk gambar atau PDF yang dikirim lewat grup warga.
Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.