Contoh surat pernyataan tidak akan mengulangi kesalahan

Surat pernyataan tidak akan mengulangi berisi pengakuan atas suatu pelanggaran dan janji untuk tidak mengulanginya, misalnya oleh siswa kepada sekolah, karyawan kepada perusahaan, atau warga kepada pengurus lingkungan. Tuliskan kejadian secara singkat dan objektif, janji perbaikan, sanksi yang diterima jika mengulangi, serta tanda tangan pembuat, orang tua (untuk siswa), dan pihak yang mengetahui.

Diperbarui:

Surat ini dibuat secara sukarela. Pernyataan di bawah paksaan atau ancaman kehilangan nilai hukumnya dan bisa menimbulkan masalah baru.

Untuk karyawan, surat ini berbeda dengan surat peringatan (SP) dari perusahaan; keduanya dapat dipakai bersama sesuai peraturan perusahaan.

Kapan surat ini dipakai

  • Siswa melanggar tata tertib sekolah.
  • Karyawan terlambat atau melanggar aturan.
  • Perselisihan antarwarga yang didamaikan.
  • Pelanggaran aturan asrama atau kos.

Isi yang wajib ada

  • Identitas pembuat pernyataan.
  • Kejadian yang diakui (tanggal dan uraian singkat).
  • Janji tidak mengulangi.
  • Sanksi jika mengulangi.
  • Tanda tangan pembuat dan pihak yang mengetahui.

Contoh siap salin

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: [NAMA]

[Kelas/Jabatan/Alamat]: [KETERANGAN]

Dengan ini mengakui bahwa pada tanggal [TANGGAL] saya telah [URAIAN SINGKAT PELANGGARAN], yang melanggar [TATA TERTIB/PERATURAN].

Saya menyesali perbuatan tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya, serta akan [JANJI PERBAIKAN: misalnya datang tepat waktu / mengganti kerusakan].

Apabila saya mengulangi perbuatan tersebut, saya bersedia menerima sanksi sesuai [tata tertib sekolah / peraturan perusahaan / kesepakatan warga].

Surat pernyataan ini saya buat dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan.

[KOTA], [TANGGAL]

Yang membuat pernyataan, _______________ ([NAMA])
Orang tua/wali (untuk siswa), _______________ ([NAMA])
Mengetahui, [Wali kelas/Atasan/Ketua RT], _______________ ([NAMA])

Dasar hukum: Tata tertib sekolah, peraturan perusahaan, atau kesepakatan yang berlaku.

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Tulis kejadian secara singkat dan objektif.
  2. Tulis janji perbaikan yang realistis.
  3. Sebutkan sanksi yang sudah diatur.
  4. Minta tanda tangan orang tua untuk siswa.
  5. Simpan salinan untuk kedua pihak.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Uraian kejadian berlebihan atau mempermalukan.
  • Sanksi di luar aturan yang berlaku.
  • Dibuat karena paksaan.
  • Tanpa pihak yang mengetahui.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah surat ini sama dengan surat peringatan?

Tidak. Surat peringatan dikeluarkan perusahaan atau sekolah; surat pernyataan dibuat oleh yang bersangkutan.

Perlu meterai?

Umumnya tidak, kecuali diminta atau dipakai sebagai alat bukti.

Bolehkah sanksinya dikeluarkan dari sekolah?

Sanksi harus sesuai tata tertib dan aturan pendidikan yang berlaku, bukan ditentukan sepihak dalam surat.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.