Contoh surat permohonan resmi

Surat permohonan resmi dipakai untuk meminta sesuatu kepada instansi, perusahaan, atau pejabat: izin, bantuan, data, fasilitas, atau layanan. Susunannya: kop (jika dari lembaga), nomor, lampiran, perihal, tujuan, salam, identitas pemohon, isi permohonan yang jelas, alasan dan dasar, daftar lampiran, penutup, dan tanda tangan.

Diperbarui:

Satu surat untuk satu permohonan. Permohonan yang spesifik lebih cepat diproses.

Tujukan kepada pejabat yang berwenang memutus, bukan sekadar ke kantor.

Surat permohonan termasuk surat resmi, jadi gunakan bahasa baku dan susunan yang lazim: perihal di atas, salam pembuka, isi permohonan dan alasannya, lalu penutup. Surat dari lembaga memakai kop dan nomor; surat pribadi cukup mencantumkan identitas dan kontak pemohon.

Sertakan dokumen yang membuat permohonan bisa langsung diputus, misalnya proposal, jadwal, atau fotokopi identitas. Permohonan yang harus dilengkapi berulang kali adalah penyebab paling umum lamanya jawaban.

Kapan surat ini dipakai

  • Meminta izin penggunaan tempat, fasilitas, atau kegiatan.
  • Meminta data, informasi, atau dokumen dari instansi.
  • Mengajukan bantuan dana, sponsor, atau fasilitas.
  • Mengajukan layanan administrasi, seperti pindah sekolah, cuti, atau penerbitan surat.
  • Mengundang narasumber atau meminta rekomendasi.

Isi yang wajib ada

  • Tempat dan tanggal surat, serta nomor jika dari lembaga.
  • Lampiran (jumlah berkas) dan perihal yang singkat dan jelas.
  • Tujuan surat: jabatan pejabat, nama instansi, dan alamat.
  • Identitas pemohon dan kontak yang bisa dihubungi.
  • Isi permohonan yang spesifik: apa yang diminta, kapan, dan untuk apa.
  • Alasan atau dasar permohonan.
  • Daftar lampiran pendukung.
  • Penutup, salam, dan tanda tangan pemohon atau pimpinan lembaga.

Contoh siap salin

SURAT PERMOHONAN

[KOTA], [TANGGAL]

Nomor: [NOMOR] — Lampiran: [JUMLAH] berkas — Perihal: Permohonan [HAL]

Kepada Yth. [JABATAN] [NAMA INSTANSI], di [TEMPAT]

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama: [NAMA]; [Jabatan/organisasi: KETERANGAN]; Alamat: [ALAMAT]; Nomor HP: [NOMOR].

Dengan ini mengajukan permohonan [ISI PERMOHONAN SECARA SPESIFIK], untuk keperluan [KEPERLUAN], pada [WAKTU, jika relevan].

Permohonan ini kami ajukan karena [ALASAN/DASAR]. Sebagai bahan pertimbangan, kami lampirkan [DAFTAR LAMPIRAN].

Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan perkenan Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

_______________
[NAMA]

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Tentukan pejabat yang berwenang memutus permohonan Anda.
  2. Tulis perihal singkat, misalnya “Permohonan Izin Penggunaan Aula”.
  3. Sebutkan identitas pemohon dan kontaknya.
  4. Tulis permohonan dan alasannya secara spesifik dalam satu atau dua paragraf.
  5. Lampirkan dokumen pendukung dan sebutkan dalam surat.
  6. Tutup dengan harapan dan ucapan terima kasih, lalu tanda tangani.
  7. Minta tanda terima saat menyerahkan, atau simpan bukti pengiriman email.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Perihal tidak jelas.
  • Beberapa permohonan dalam satu surat.
  • Tidak menyebut alasan.
  • Tanpa kontak pemohon.
  • Ditujukan ke kantor secara umum, bukan ke pejabat yang berwenang.
  • Lampiran disebut dalam surat tetapi tidak disertakan.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya surat permohonan dan surat pengajuan?

Dalam praktik sering sama; surat permohonan lebih umum dipakai dalam bahasa surat resmi.

Perlu meterai?

Umumnya tidak, kecuali diminta instansi atau surat dipakai sebagai alat bukti.

Berapa lama menunggu jawaban?

Tergantung instansi; tanyakan saat menyerahkan dan simpan tanda terimanya.

Bagaimana susunan surat permohonan resmi yang benar?

Tempat dan tanggal, nomor, lampiran, perihal, alamat tujuan, salam pembuka, identitas pemohon, isi dan alasan permohonan, daftar lampiran, penutup, lalu tanda tangan dan nama jelas.

Bolehkah surat permohonan dikirim lewat email?

Boleh jika instansi menerimanya. Lampirkan surat yang sudah ditandatangani dalam PDF dan tulis perihal di subjek email.

Apa contoh kalimat penutup surat permohonan?

“Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan perkenan Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.”

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.