Contoh surat pernyataan jual beli tanah

Surat pernyataan jual beli tanah dibuat penjual untuk menyatakan bahwa ia telah menjual tanah tertentu kepada pembeli dan menerima pembayarannya, lazim dipakai untuk tanah yang belum bersertifikat dan diketahui kepala desa. Isinya: identitas penjual dan pembeli, letak, luas, dan batas tanah, bukti hak (girik/letter C), harga, pernyataan tanah tidak sengketa, saksi, dan tanda tangan kepala desa. Surat ini bukan pengganti akta PPAT untuk pendaftaran hak.

Diperbarui:

Untuk mendaftarkan hak atau membuat sertifikat, pembeli tetap perlu melalui PPAT atau proses di kantor pertanahan.

Tanda tangan saksi batas (pemilik tanah sebelah) memperkuat pernyataan.

Kapan surat ini dipakai

  • Jual beli tanah girik atau letter C.
  • Jual beli di desa sebelum sertifikasi.
  • Melengkapi riwayat tanah untuk pendaftaran.
  • Jual beli bagian kecil tanah untuk jalan.

Isi yang wajib ada

  • Identitas penjual dan pembeli.
  • Letak, luas, batas.
  • Bukti hak.
  • Harga diterima.
  • Tidak sengketa.
  • Saksi dan kepala desa.

Contoh siap salin

SURAT PERNYATAAN JUAL BELI TANAH

Yang bertanda tangan di bawah ini: [NAMA], NIK [NIK], alamat [ALAMAT] (PENJUAL).

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa saya telah menjual sebidang tanah [pekarangan/sawah] di Desa [DESA], seluas [XX] m², [letter C/girik nomor NOMOR, persil NOMOR], dengan batas utara [BATAS], timur [BATAS], selatan [BATAS], barat [BATAS], kepada [NAMA], NIK [NIK], alamat [ALAMAT] (PEMBELI).

Saya telah menerima pembayaran sebesar Rp[JUMLAH] ([TERBILANG] rupiah) secara [lunas/tunai/transfer] pada [TANGGAL].

Tanah tersebut adalah milik saya, tidak dalam sengketa, tidak dijaminkan, dan sejak tanggal ini dikuasai PEMBELI. Saya bersedia membantu proses pendaftaran hak atas nama PEMBELI.

[DESA], [TANGGAL]

PENJUAL, [meterai Rp10.000] _______________ ([NAMA])
PEMBELI, _______________ ([NAMA])
Saksi batas: _______________, _______________
Mengetahui, Kepala Desa [NAMA DESA]: _______________ (cap)

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Cek buku letter C di desa.
  2. Hadirkan saksi batas.
  3. Tulis pembayaran dengan terbilang.
  4. Minta kepala desa mengetahui.
  5. Lanjutkan ke PPAT atau pendaftaran.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Menganggap surat ini sama dengan sertifikat.
  • Batas tidak jelas.
  • Tanpa saksi batas.
  • Tanpa persetujuan pasangan penjual.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah surat pernyataan ini cukup untuk sertifikat?

Tidak; ia menjadi bagian riwayat tanah, tetapi pendaftaran hak memerlukan proses di kantor pertanahan dan akta PPAT untuk peralihan.

Perlu persetujuan istri atau suami?

Jika tanah harta bersama, persetujuan pasangan diperlukan.

Siapa saksi yang paling kuat?

Pemilik tanah yang berbatasan dan perangkat desa.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.