Contoh surat penawaran kerja (offering letter)

Surat penawaran kerja (offering letter) dikirim perusahaan kepada kandidat terpilih sebelum perjanjian kerja ditandatangani. Isinya: jabatan dan atasan langsung, status (PKWT atau PKWTT) dan masa percobaan bila ada, gaji dan tunjangan, tanggal mulai dan lokasi kerja, syarat yang harus dipenuhi (tes kesehatan, dokumen), batas waktu konfirmasi, serta tanda tangan. Setelah kandidat menerima, rincian hubungan kerja dituangkan dalam perjanjian kerja.

Diperbarui:

Tulis gaji sebagai bruto atau neto dengan jelas, dan komponen tunjangan tetap maupun tidak tetap.

Masa percobaan hanya untuk karyawan tetap dan paling lama tiga bulan.

Kapan surat ini dipakai

  • Kandidat lolos wawancara akhir.
  • Rekrutmen posisi manajerial.
  • Rekrutmen dari luar kota.
  • Penawaran kepada karyawan magang.

Isi yang wajib ada

  • Jabatan dan atasan.
  • Status dan masa percobaan.
  • Gaji dan tunjangan.
  • Tanggal mulai dan lokasi.
  • Syarat.
  • Batas konfirmasi.

Contoh siap salin

SURAT PENAWARAN KERJA

[KOP PERUSAHAAN]

Nomor: [NOMOR] — [KOTA], [TANGGAL]

Kepada Yth. Sdr/i [NAMA KANDIDAT], [ALAMAT/EMAIL]

Dengan hormat, menindaklanjuti proses seleksi, kami dengan senang hati menawarkan kepada Saudara/i posisi berikut:

Jabatan: [JABATAN]; Atasan langsung: [JABATAN ATASAN]; Status: [PKWTT dengan masa percobaan 3 bulan / PKWT selama XX bulan]; Lokasi kerja: [LOKASI]; Tanggal mulai: [TANGGAL].

Kompensasi: gaji pokok Rp[JUMLAH] per bulan [bruto], tunjangan tetap Rp[JUMLAH], [tunjangan tidak tetap/insentif], THR sesuai ketentuan, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta [fasilitas lain].

Penawaran ini berlaku dengan syarat [lulus tes kesehatan, menyerahkan dokumen asli, dan referensi]. Rincian lengkap akan dituangkan dalam perjanjian kerja.

Mohon konfirmasi penerimaan dengan menandatangani surat ini dan mengirimkannya kembali paling lambat [TANGGAL]. Kami menantikan kehadiran Saudara/i di tim kami.

Hormat kami,

[HR MANAGER], _______________ ([NAMA])
Menerima penawaran: _______________ ([NAMA KANDIDAT]), tanggal [TANGGAL]

Cara mengisi, langkah demi langkah

  1. Rinci kompensasi.
  2. Tulis status dan masa percobaan yang sah.
  3. Sebut syarat.
  4. Beri batas konfirmasi.
  5. Lanjutkan dengan perjanjian kerja.

Kesalahan yang sering bikin masalah

  • Gaji tidak jelas bruto atau neto.
  • Masa percobaan pada PKWT.
  • Tanpa batas konfirmasi.
  • Janji lisan tidak dimasukkan.

Untuk menyelesaikan dokumen

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah offering letter sama dengan kontrak kerja?

Tidak. Offering letter adalah penawaran; hubungan kerja diatur dalam perjanjian kerja.

Bisakah kandidat menegosiasi?

Bisa, sebelum menandatangani penerimaan.

Bagaimana jika kandidat mundur setelah menerima?

Sebaiknya memberi tahu secepatnya; akibatnya tergantung isi surat dan perjanjian yang sudah ditandatangani.

Contoh di halaman ini adalah teks acuan, bukan nasihat hukum. Ketentuan bisa berbeda menurut kasus dan daerah; untuk perjanjian bernilai besar atau keadaan yang rumit, mintalah notaris atau advokat memeriksanya sebelum ditandatangani.